“Cinta itu buta”, “Cinta itu tak memandang apapun” seperti nya petuah itu masih berlaku hingga saat ini. Coba angkat tangan nya buat kalian yang sedang menjalani pacaran beda agama ataupun cinta beda usia? Apakah ada diantara kalian? Cinta beda agama adalah hubungan yang paling di uji. Mengapa begitu? Bagaimana tidak di uji, dua orang harus menjali hubungan sementara kekayakinan mereka berbeda, cinta seperti itu yang kadang membuat dilema di hati antara “mencintai sang pencipta atau ciptaan nya“. Namun, tak hanya cinta beda agama saja yang di uji oleh keyakinan mereka, cinta beda usia yang saat ini sedang marak-marak nya pun sangat lah di uji. Mereka yang sedang menjalani cinta beda usia ini harus lah sabar dan tabah sebab tak sedikit orang yang akan berkomentar tentang hubungan itu ataupun keluarga yang kurang setuju dengan hubungan itu.

Cintu itu suatu anungrah dari sang pencipta, memiliki rasa cinta di hati adalah suatu hal istimewa karena orang yang punya cinta di hati nya pasti lah orang yang juga punya kasih di hatinya. Menjalani cinta beda usia juga lah suatu anungrah, kita bisa berbagi cinta dan kasih walaupun terpaut jarak usia yang cukup jauh. Dan cinta yang beda agama juga lah suatu anungrah terbesar yang diberi tuhan untuk setiap pasangan yang menjalani nya. Kenapa begitu?

Karena cinta adalah hadiah. Cinta tidak mengenal perbedaan, karena sifatnya cinta itu menyatukan, bukan memisahkan. Yang sifatnya memisahkan adalah kebencian, peperangan dan ego dari diri setiap manusia. Seseorang bisa saja ber-argumen bahwa cinta yang timbul kepada orang yang beda agama sebenarnya adalah ujian dari Tuhan untuk melihat apakah seseorang tersebut lebih memilih nafsu atau ketaatan akan agamanya. Namun jika seseorang tersebut teliti, maka ia akan temukan bahwa cinta bukanlah nafsu. Jika memang tuhan menguji, ia pasti menguji nafsu, bukan cinta.

Baca Juga : Buat Agama Baru, Mantan Insinyur Google Ciptakan Robot Tuhan

Lalu, bagaimana jika ada orang menjalani kedua cinta beda tersebut? Pasangan yang menjalani kedua cinta tersebut adalah pasangan dengan level kesabaran yang luar biasa. Dan kedua perbedaan tersebut bukan lah suatu yang harus dihindar jika kedua pasangan memiliki pemikiran yang terbuka, dewasa dan hati yang tulus menerima perbedaan tersebut. Pasangan yang menjalani cinta “beda” ini juga memiliki bumbu yang sedap dan tidak sedap seperti pasangan pada umum nya. Tidak ada hubungan yang berjalan mulus tanpa masalah. Disini saya tidak hanya ingin memberikan tips buat kalian untuk tetap langgeng dengan pasangan “beda” kalian, tapi juga ingin memberi informasi buat yang baru memulai cinta “beda” ini agar tetap sabar apabila lagi terjebak dalam masalah seperti berikut ini:

Masalah-Masalah dalam cinta “Beda” usia dan agama

Komentar negatif dari orang lain

Masalah yang harus di hadapi pasangan beda usia adalah saat orang lain mengetahui kalau pasangan kamu berbeda jauh usianya denganmu, terkadang hal ini menjadi bahan omongan. Komentar negatif dari orang lain bisa menimbulkan masalah dalam hubungan asmara kamu dan pacar. Banyak orang yang tidak tahu bahwa berkencan dengan laki-laki yang lebih tua pasti memiliki ‘motivasi’ lain, begitu juga sebaliknya.

Sulit beradaptasi

Terpaut usia yang cukup jauh dengan pasangan bisa membuat hubungan semakin sulit karena tingginya tingkat penyesuaian. Seseorang yang berbeda jauh usianya dengan pasangannya harus mencocokkan banyak hal, mulai dari pemikirannya hingga sikapnya. Jika sulit mencocokkan berbagai hal tersebut, maka bisa sajaterjadi pertikaian.

Komunikasi yang kurang berjalan dengan baik

Komunikasi yang kurang baik akan sering terjadi bila kekasih memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Akan ada beberapa kesenjangan yang bisa menimbulkan pertikaian. Misalnya, topik pembicaraan pacar tak dimengerti oleh kamu sehingga membuat komunikasi menjadi kurang saling memahami, begitu juga sebaliknya. Selain itu, komunikasi yang kurang juga terjadi karena perbedaan jaman. Misalnya, ketika pacar sibuk-sibuk ngomongin The Bee Gees, sementara kamu malah ngomongin boyband yang sedang tenar akhir-akhir ini.

Orangtua tidak setuju

Masalah yang harus dihadapi oleh pasangan beda agama begitu hubungan mencapai tahap yang lebih serius adalah ketidaksetujuan orang tua atas hubungan tersebut. Karena kita hidup di Indonesia di mana agama dan keyakinan merupakan aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, maka pasangan dengan perbedaan keyakinan yang menikah sedikit banyak akan mendapatkan tantangan yang lebih besar dari lingkungan sekitar jika dibandingkan dengan pasangan beda keyakinan di negara-negara liberal yang menjalani prinsip sekularisme.

Sulit berbaur dengan keluarga besar

Salah satu hal yang juga bisa menjadi sumber masalah bagi kelangsungan hubungan pasangan beda keyakinan adalah kesulitan untuk berbaur dengan keluarga dari kedua belah pihak. Secara tidak langsung, ini akan membuat Anda dan pasangan sedikit banyak merasa terkucil dalam keluarga besar.

Tapi, masalah tersebut bukan berarti menyudahkan hubungan kamu dengan pasangan kamu kan? Jika ingin hubungan kamu langgeng dengan si doi, yuk coba ikutin tips dibawah ini biar hubungan yang sudah kalian jalani tidak putus ditengah jalan.

Tips Langgeng Berpacaran Beda Usia dan Agama

Dewasa

Tips yang harus anda lakukan ketika menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda usia yaitu harus dewasa. Apabila anda sudah bisa menunjukan sifat dewasa maka tidak akan menutup kemungkinan bahwa anda akan terbiasa dengan sifat seperti itu, sehingga pada akhirnya anda akan berperilaku dewasa pada pasangan anda. Bersifat dewasa adalah hal yang baik untuk hubungan anda ke depannya. Ingatlah pria dewasa tidak menyukai wanita yang memiliki sifat kekanak-kanakan, jika anda masih memiliki sifat seperti itu maka kemungkinan besar pasangan anda akan menganggapp anda bukan kekasihnya melainkan adiknya.

Jangan Pedulikan Anggapan Orang

Ketika anda menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda usia tentunya banyak sekali anggapan dari orang-orang disekitar yang kerap kali mengusik dan mengganggu ketenangan anda. Pada dasarnya seseorang akan sulit menjalankan keputusan sendiri yang sudah diambil, bukan karena keputusan tersebut salah atau merugikan melainkan karena terlalu banyak mendengarkan omongan orang-orang disekitar. Jadi hal yang perlu anda ingat yaitu jangan terlalu banyak mendengarkan anggapan atau pendapat negatif dari orang-orang disekitar yang tidak banyak tahu tentang anda dan pasangan anda karena mungkin mereka seperti itu hanya karena iri.

Siap Hadapi Perbedaan

Bagaimanapun juga pacaran berbeda agama sangat rentan masalah. Perbedaan seolah menjadi duri di dalam hubungan. Masalah yang datang karena perbedaan tersebut nggak perlu dihindari justru jika kamu dan pasanganmu bisa menghadapi setiap permasalahan yang terjadi, akan menguatkan hubungan kalian, kan? Jika kalian sedang berbicara serius untuk membahas masalah perbedaan tersebut, usahakan hindari kalima-kalimat yang memicu pertengkaran. Karena masalah perbedaan agama adalah suatu hal yang sangat sensitif. Menghindari bicara soal perbedaan di antara kalian hanya akan menunda masalah saja. Cepat atau lambat, kamu dan dia harus mengakui bahwa kalian memiliki filosofi yang berbeda dalam hidup.

Jangan Ubah Pasanganmu

Keyakinan merupakan suatu hal yang sangat pribadi. Memaksakan kehendakmu dengan cara mengubah pasanganmu menjadi apa yang kamu inginkan akan membuat hubungan kalian semakin rumit saja. Selama membangun hubungan dengannya, kamu harus mau toleran dan sekali-kali berusaha memahami pasanganmu melalui agamanya. Bukan berarti kamu akan pindah ke agamanya atau ia akan pindah ke agamamu tapi paling nggak kalian mau membuka diri pada hal yang sangat bermakna bagi pasanganmu. Kamu bisa mencoba datang ke rumah ibadah masing-masing atau saling menemani saat menjalankan ibadah keagaman.

Terbuka pada Orangtua

Nggak perlu takut untuk bercerita pada orang tuamu. Justru jika kamu terbuka, orang tuamu bisa memahami perasaanmu dan menghargai hubungan yang sedang kamu jalani bersama pasanganmu tersebut. Walau mungkin orangtuamu masih keberatan dan belum bisa menerima pasanganmu karena perbedaan tersebut tapi percayalah orang tua nggak akan tega membuat anaknya bersedih.

Mereka pasti akan berusaha menjadi pendengar yang baik sekaligus mencarikan solusi yang terbaik untukmu. Mereka akan lebih memahamimu dan mengenal pacarmu secara perlahan-lahan. Kamu harus memahami bahwa keputusanmu menjalin hubungan dengan orang yang nggak seagama mungkin sulit diterima keluargamu.

Nah, itu dia beberapa tips dan juga masalah yang di jalani pasangan “beda” usia maupun agama. Dan jika ada orang yang bertanya bagaimana dengan jenjang pernikahan nanti? Bukankah sulit untuk menikah jika beda agama? Bukankah nanti konflik dengan masing-masing keluarga karena perbedaan usia? Kalian bisa menjawab:

“Tenang…. Jika memang cinta, kami akan temukan jalan nya. Jika memang jodoh, semua masalah bisa diselesaikan. Mungkin tuhan mempertemukan kami dengan perbedaan agar kami bisa belajar untuk saling menghargai. Mungkin Tuhan mempertemukan kami dengan banyak perbedaan agar kami bisa jadi inspirasi bagi orang yang juga menjalani hubungan seperti kami. Mungkin Tuhan mempertemukan kami dengan banyak nya perbedaan hanya untuk sementara agar kami bisa belajar dari pengalaman. Apapun itu, Cinta adalah anugrah. Hargai, Jalani dan Nikmati.”

Dan sekian tips-tips nya. Semoga yang lagi menjalani cinta “beda” tersebut cepat dapat solusi nya dan langgeng. Keep strong guys.