unique

Selain Lucu, Patung Kucing Ini Juga Pembawa Keberuntungan

Apakah anda penyuka kucing? Jika berbicara tentang hewan yang satu ini pasti sebagian orang sangat menyukai namun ada juga yang takut jika berada di dekatnya. Kucing, hewan peliharan berkaki empat ini sangat manja dan sangat penurut. Sama seperti anjing, kucing juga hewan peliharan yang suka bermain bersama majikan nya.

Hal yang paling disukai oleh kucing ialah ketika mereka dielus-elus karena meraka merasa terlindungi dan merasa di sayang. Kucing adalah hewan individu, mereka tidak hidup berkelompok. Tapi tahukah anda, selain kucing adalah hewan peliharaan yang manja ternyata kucing adalah hewan pembawa keberuntungan. Lho kok bisa? Yuk, kita simak kisah dari kucing pembawa keberuntungan.

“Maneki Neko” Kucing Pembawa Keberuntungan

Maneki neko merupakan sebutan bagi sebuah patung kucing yang dibuat dari bahan keramik. Patung ini menggambarkan kucing lokal dari jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat. Jika kaki depan yang diangkat adalah kaki kanan, maka dipercaya akan memudahkan dalam menghasilkan uang. Sedangkan jika kaki depan yang diangkat adalah kaki kiri, maka dipercaya dapat menarik pembeli untuk datang ke tokonya.

Makanya Maneki Neko banyak di pajang di toko-toko orang Jepang. Kucing yang digunakan sebagai model maneki neko biasanya adalah jenis kucing Japanese Bobtail yang ekornya pendek, dan berbulu blangtelon (belang tiga). Namun tidak sedikit juga patung kucing maneki neko yang berwarna emas atau hitam. Bagaimana ceritanya hingga orang Jepang memiliki kepercayaan seperti itu??? Berikut sejarah nya

Sejarah Maneki Neko

Asal mula Maneki Neko adalah dari Jepang. Beberapa percaya bahwa Maneki Neko berasal dari Osaka, sedangkan beberapa lainnya mengatakan berasal dari Tokyo (yang saat itu bernama Edo). Meski tak ada yang tahu pasti kapan Maneko Neki mulai ditemukan namum boneka kucing yang dipercaya membawa ini diperkiran sudah ada sejak Abad ke 17. Lalu, bagimana boneka kucing ini kemudia memiliki nama Maneki Neko?

Jawabnya sebenarnya cukup mudah, karena kata Maneki Neko sendiri dalam nahsa Jepang berarti “Kucing Pengundang”. Hal ini berhubungan dengan gerakan tangan patung ini yang selalu mengayu. Ayunan tangan ke atas dan ke bawah ini jika diperhatikan seolah sedang mengundang orang untuk datang. Bagi para pedagang makin banyak orang yang datang itu berarti makin banyak pula rezeki yang akan mereka dapat. Nah, darisinilah boneka kucing ini kemudian disebut “Maneki Neko” yang artinya kucing pengundang.

Kepercayaan ini juga berhubungan dengan filosofi China, Manaki neko adalah patung kucing yang digambarkan sedang menggaruk-garuk mukanya. Makna dibalik tingkah laku kucing ini konon berarti bahwa hujan akan turun. Bagi orang Tionghoa, datangnya hujan berarti datangnya keberuntungan. Maka dari itu patung ini dianggap membawa keberuntungan.

Legenda Tentang Maneki Neko

Banyak legenda Jepang yang mengisahkan asal Maneki Neko. Dari tujuh legenda yang banyak dikenal, ada tiga yang paling terkenal. Yaitu Legenda Kuil Goutokuji, Pramuria Usugumo dari Yoshiwara dan legenda wanita tua dari Imado.

Legenda Kuil Goutokuji

Pada awal zaman Edo (abad ke-17) ada sebuah kuil yang terdapat di Setagaya, bagian barat Tokyo. Pendeta kuil tersebut memelihara seekor kucing bernama Tama. Pendeta tersebut sering berbicara dan kadang-kadang sedikit mengeluh kepada Tama mengenai kondisi kuilnya yang miskin.” Tama, meskipun miskin aku memeliharamu di kuil ini, bisakah kamu melakukan sesuatu untuk kuil ini ?”,harap sang pendeta pada Tama.

Suatu ketika, seorang penguasa dari daerah Hikone (bagian barat Tokyo), bernama Naotaka Li pulang berburu. Ia berteduh menghindari hujan di bawah pohon besar yang terdapat di depan gerbang kuil. Seekor kucing memberi isyarat mengundang naotaka untuk berteduh di genbang kuil. Tidak berapa lama setelah naotaka berteduh di gerbang kuil, pohon besar tersebut disambar petir. Nyawa Naotaka terselamatkan berkat Tama.

Setelah kejadian tersebut Naotaka Li dan keluarganya menunjuk kuil tersebut menjadi kuil keluarga dan merubah namanya menjadi Goutokuji. Kuil tersebut menjadi makmur setelah didukung oleh keluarga Li. Tama dikuburkan di pekuburan kucing di kuil tersebut dan diciptakan patung kucing (Maneki Neko) untuk mengingatkan orang kepada Tama.

Legenda Usugumo dari Yhoshiwara

Pada zaman Edo banyak terdapat kota-kota kecil yang penuh berbagai macam hiburan gaya Jepang yang disebut Yuukaku. Salah satu yang terkenal adalah Yoshiwara yang terdapat di bagian timur Tokyo. Ada dua macam wanita yang bekerja di Yoshiwara. Yang terlatih secara profesional dalam hal musik dan menari disebut Geisha, lainnya adalah pramuria yang disebut Yuujo. Geisha kelas atas yang terlatih dalam berbagai kesenian disebut Tayuu.

Pada pertengahan zaman edo (abad ke-18) ada seorang Tayuu yang bernama Usugumo. Ia terkenal juga sebagai penyayang kucing. Kucingnya selalu berada disampingnya kemanapun ia pergi. Suatu malam, ketika Usugume hendak memasuki toilet, kucingnya menari-narik bajunya dengan kasar.

Meskipun diusir dengan susah payah, kucingnya tidakk mau berhenti mengganggunya. Karena ketakutan usugumo meminta bantuan pemilik rumah. Pemilik rumah tersbut datang dan menebas leher kucing tersebut dengan samurai, karena ditakutkan kucing tersebut adalah kucing setan.

Kepala kucing tersebut terbang ke langit-langit toilet, menggigit dan membunuh seekor ular besar yang sedang mengincar usugumo. Usugumo sangat menyesal karena telah salah membunuh kucingnya. Untuk mengingatkan jasa-jasa kucingnya, salah seorang tamu menghadiahinya patung kucing yang terbuat dari kayu yang harum. Patung kucing inilah yang kemudian berkembang menjadi Maneki Neko.

Legenda Wanita Imado

Pada akhir zaman Edo (abad ke -19), ada seorang wanita tua yang hidup di Imado, Tokyo bagian timur. Karena keadaannya yang sangat miskin, ia tidak mampu lagi merawat kucingnya. Ia berkata pada kucingnya ” Maaf aku terpaksa menelatarkanmu karena kemiskinan ini”.

Malamnya kuicng tersebut hadir dalam mimpinya dan berkata “buatlah patung diriku dari tanah liat, patung tersebut akan membawa keberuntungan”. Setelah jadi, patung tersebut dibeli orang, semakin banyak ia membuat patung, semakin banyak orang yang membelinya. Patung kucing (Maneki neko) tersebut membebaskannya dari kemiskinan. (drh. Neno WS)

Makna dari Cakar yang Naik Turun

Pada umumnya pada boneka Maneki Neko, biasanya akan ada satu tangan yang terangkat dan juga terus mengayun. Tapi tak banyak orang yang tahu ternyata posisi tangan ini tak selalu sama dan memiliki beberapa versi dan makna. Posisi yang pertama adalah tangan sebelah kiri diangkat, boneka dengan seperti ini menurut kepercayaan orang Jepang merupakan bonea untuk menarik pelanggan datang.

Yang kedua adalah boneka dengan tangan sebelah kanan yang diangkat. Untuk yang satu ini hampir mirip dengan yang tangan kiri di angkat, hanya saja yang dipanggil oleh boneka dengan tangan kanan terangkat ini bukannya pelanggan melainkan uang dan kekayaan. Nah, untuk yang terakhir ini agak sedih karena jika patung kucing dengan kedua tangannya terangkat itu artinya kucing itu sedang meminta perlindungan dan merasa sedih. wah lumayan banyak juga ternyata filosofi dari patung kucng ini.

Arti dari Setiap Warna di Tubuh Maneki Neko

Hampir semua Maneki Neko mengenakan kalung berwarna merah dengan bel kecil menggantung di bagian depannya. Sebenarnya aksesoris ini cukup umum dikenakan pada kucing-kucing peliharaan keluarga bangsawan di zaman Edo. Selain itu, kalung merah dengan bel kecil ini juga sering menghiasi Jizo, patung-patung batu umumnya ditempatkan di sekitar kuil dan pemakaman. Ini juga merupakan pelindung bagi anak-anak yang sakit.

Patung kucing Maneki Neko biasa digunakan sebagai benda budaya oleh etnis Tionghoa. Nama Maneki Neko berasal dari bahasa Jepang yang berarti “Kucing Pengundang”. Selain itu juga dikenal dengan nama kucing rezeki, kucing uang dan kucing penyambut. Intinya makna kucing satu ini iyalah pembawa suatu keberuntungan. Begitu juga untuk warna pada Maneki Neko ini, ada beberapa variasi warna dan tiap warnanya memiliki arti istimewa tersendiri seperti dibawah ini:

  • Calico (krem): kombinasi dua warna tradisional, boneka Maneki Neko dengan warna ini dianggap paling Hoki dan membawa keberuntungan.
  • Putih: Warna putih yang selalu identik dengan hal yang suci, hal serupa nampaknya juga berlaku bagi Maneki Neko. Karena Maneki Neko berwarna putih juga bermakna kebahagiaan, kesucian dan juga pengundang hal positif untuk datang.
  • Emas: Sesuai dengan warnya Menaki Neko berwarna Emas konon dapat mendatangkan kekayaan dan kemakmuran.
  • Hitam: Warna hitam biasanya identik dengan hal-hal yang seram, namun untuk Maneki Keno warna ini justru merupakan penangkapan aura jahat.
  • Merah: Cinta itu membara, karena rasa cinta sering di identukan dengan warna merah dan merah muda. Warna ini ternyata juga melambangakan cinta dan persahabatan pada boneka Maneki Neko.
  • Hijau: Meski sangat jarang ternyata ada juga boneka Maneki Neko yang berwarna hija, warna ini juga berarti lumayan bagus karena konon berhubungan dengan kesehatan yang prima.

Nah, itulah beberapa makna dibalik warna dari Maneki Neko, lumayan unik ternyata ya. Dan tak hanya warna dari Maneki Neko saja yang memiliki arti. Aksesoris yang ada ditubuh Maneki Neko juga memiliki makna. Berikut makna dari aksesoris yang dipakai Maneki Neko.

Makna dalam Aksesoris Maneki Neko

Jika kita barusan saja membahas tentang makna dari warna Maneki Neko, rasnaya akan kurang lengkap jika tak membhas tentang pernak-pernik yang biasanya melengkapi Maneki Neko. Makna dari aksesoris ini sendiri berasal dari Zaman Edo dimana para saudagar kala itu senang mendadani kucing. Hal ini kemudian juga berlaku pada Maneki Neko yang juga di buat dengan berbagai aksesoris hiasan dengan beberapa makna. nah, berikut ini adalah makna unik dari aksesoris tersebut:

  • Logam Oval Emas 1 Ryo

Bagi yang pernah melihat Maneki Neko tentu familiar dengan adanya logam emas di dada, boneka kucing ini. Nah logam ini ternyata tak hanya sekedar aksesoris saja melainkan lambang kekayaan. Pada zaman Edo dulu 1 Ryo sangatlah banyak. Jadi dengan adanya logam emas ini orang berharap maneki neko dapat mendatangkan kekayaan untuk mereka.

  • Martil dan uang Magis

Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari Maneki Neko adalah tangannya yang bisa bergerak. nah tangan ini konon sebenarnya merupakan martil yang bisa memanggil uang gaib. Jadi makin banyak mengayun maka makin banyak pula rezeki yang datang.

  • Ikan

Meski sangat jarang adakala kita bisa menemukan boneka Maneki neko yang memagang ikan. nah ikan ini adalh ikan carper, bagi masyarakat Jepang ikan merupakan lambang berlimpahan rezeki yang besar. Hal ini di dasari oleh jarangnya orang Jepang pada masa itu yang bisa mengkonsumsi ikan. karena jauhnya letak laut, sementara orang Jepang pada masa itu kebanyakan hidup di gunung dan bertani.

  • Kelereng

Beberapa Maneki Nek dihiasi dengan kelereng atau batu permata, hal ini konon katanya merupakan magnet penarik rezeki yang peling bagus. Kelereng dan permata yang berkilau konon bisa mendatangkan banyak rezeki, selain itu benda-benda yang berkilau juga merupakan lambang kebijaksanaan.

Ituah beberapa fakta dan legenda tentang Maneki Neko. Bagaimana, apakah kalian percaya dengan patung kucing ini? dan ingin memiliki nya?

Most Popular

To Top