Pengetahuan

Tak Berbahaya, Hujan Meteor Bisa Dilihat Dengan Mata Telanjang

Apakah anda percaya dengan ada hujan meteor? Atau anda sebelumnya sudah pernah melihat hujan meteor? Hujan yang fenomenal ini di gadang-gadang akan turun pada tanggal 21-22 oktober 2017. Tepat pada pukul 00.00 WIB (01.00 WITA) dini hari nanti, meteor akan datang dari arah rasi bintang Orion terlihat berada di sebelah timur. Hujan meteor ini dapat disaksikan dengan mata telanjang jika cuaca dalam kondisi cerah. Meteor ini berasal dari debu atau material komet Halley yang berada di angkasa. Pada rentang waktu 2 Oktober hingga 7 November, orbit bumi melintasi bekas orbit kamet ini.

Hujan meteor ini tidak membahaykan bagi penduduk bumi. Oleh karenanya , ketika fenomena ini terjadi banyak orang yang berusaha untuk bisa melihatnya secara langsung. Sebab, ketika peristiwa tersebut berlangsung, mampu menciptakan pemandangan yang menakjubkan seperti dalam sebuah pesta kembang api dalam perayaan tahun baru. Dan ini terjadi pada jarak yang jauh di atmosfir bumi.

Langit malam yang biasanya gelap dan hanya diterangi oleh cahaya bintang dan bulan, menjadi nampak semarak oleh luncuran batu meteor yang beterbangan ke berbagai arah. Bahkan, dari atas bumi proses luncuran batu meteor tersebut seakan akan nampak berasal dari satu titik luncur yang sama. Padahal , dalam kenyataannya batu batu tersebut beterbangan dari titik luncur yang berbeda beda.

 

Beberapa ahli dan juru potret profesional banyak yang berhasil mengabadikan hujan meteor ini, sehingga menjadi karya yang tidak saja fenomenal tapi juga menarik perhatian. Mengabadikan hujan meteor memungkinkan dilakukan karena sebenarnya dengan perhitungan tertentu dan memperbandingkan berbagai kondisi yang ada , hujan meteor terjadi secara berkesinambungan dalam jarak waktu tertentu. Karena itulah kapan akan terjadinya hujan meteor bisa diprediksikan sekalipun tidak sampai tepat ke perhitungan waktu yang detail seperti jam dan menit. Namun tentu saja dengan berpatokan pada hitungan hari saja, para ahli dan juru potret profesional bisa menunggu kapan hujan meteor tersebut benar benar terjadi. Dengan peralatan potret yang canggih, pengabadian hujan meteor menjadi memungkinkan lebih alami dan jelas. Tentu saja bila didukung langit malam yang cerah.

Hujan meteor ini merupakan sebuah fenomena alam yang tidak sering terjadi dan merupakan fenomena alam yang menakjubkan. Terjadinya hujan meteor ini dapat diprediksi oleh para ilmuwan secara periodik. Terjadinya hujan meteor ini tidak dapat dilihat oleh semua wilayah yang ada di bumi. Turun nya meteor ini hanya dapat disaksikan oleh sebagian wilayah di Bumi.

Hujan meteor ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dan tidak selalu sama antara satu dengan lainnya. Hujan meteor ini ternyata mempunyai nama yang berbeda- beda. Nama setiap hujan meteor ini disesuaikan dengan radiannya. Radian sendiri merupakan sebuah titik yang mana seolah- olah menjadi pusat daripada hujan meteor yang sedang terjadi tersebut. Radian ini bisa berada di sebuah rasi bintang tertentu. Rasi bintang inilah yang digunakan untuk menamai hujan meteor tersebut.

Stargazer atau pengamat bintang mengharapkan untuk dapat melihat puncak hujan meteor akhir pekan ini. Puluhan bintang akan jatuh melintas di langit saat Bumi melewati puing-puing komet Halley dan akan membuat langit menjadi indah.

Secara fotografis peristiwa pengabadian hujan meteor ini sungguh mempesona dan bernilai seni tinggi. Bayangkan saja dalam bingkai langit malam yang tidak sepenuhnya gelap karena ada bintang dan cahaya lain, kemudian muncul dari satu titik tertentu hujan meteor yang bercahaya, berguguran jatuh ke atmosfir bumi dalam jumlah bnayak. Peristiwa pengabadian hujan meteor tentu saja menjadi jauh lebih menarik dibanding dengan mengabadikan peristiwa pesta kembang api hasil rekayasa dan buatan manusia.

Penyebab Hujan Meteor

Hujan meteor merupakan salah satu fenomena alam yang bisa dikatakan langka dan juga merupakan fenomena alam yang terlihat mempesona. Fenomena hujan meteor ini dapat disebabkan karena beberapa hal.

  • Adapun hal- hal yang menyebabkan hujan meteor adalah bertemunya lintasan atau orbit komet dengan orbit bumi. Pertemuan ini dapat terjadi karena orbit yang membentuk konsep elips yang kemudian akan memungkinkan adanya pertemuan waktu antara orbit bumi dan komet pada saat berdekatan.
  • Pada saat yang berdekatan inilah muncul sebuah energi yang dapat menimbulkan gesekan. Selain itu, kondisi yang berdekatan juga akan menyebabkan volume meteor yang masuk ke dalam bumi menjadi meningkat secara mendadak.
  • Dengan peningkatan yang mendadak inilah meteor akan kehilangan daya untuk dapat mempertahankan tetap berada di orbitnya. Sehingga hal ini akan menjadikan hujan meteor di sebagian wilayah bumi.
  • Seperti halnya hujan iar yang terjadi di Bumi, hujan meteor ini dapat terjadi setelah melalui beberapa proses. Meskipun tidak mendetail dan mengandung siklus seperti hujan air yang ada di bumi, namun terjadinya hujan meteor ini tetap saja melewati proses tertentu. Proses terjadinya hujan meteor ini melibatkan waktu tertentu dimana hujan meteor dapat terjadi.

Agar lebih mudah untuk dipahami mengenai terjadinya hujan meteor ini, berikut dijelaskan hal- hal yang berkaitan dengan proses terjadinya hujan meteor.

1. Hujan meteor terjadi ketika Bumi melewati puing- puing dari komet. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bumi ini mengalami suatu gerakan atau aktivitas mengelilingi matahari (gerakan ini juga disebut dengan revolusi bumi). Dalam pergerakan mengelilini matahari, bumi mempunyai sebuat jalur yang disebut dengan orbit. Suatu saat, bumi yang berada di orbitnya melewati puing- puing yang tersisa dari komet yang telah mengalami kehancuran. Dan dari sinilah proses hujan meteor bisa terjadi.

2. Orbit bumi yang bersinggungan dengan orbit komet. Tidak hanya Bumi, komet inipun mempunyai orbitnya sendiri. Orbit komet berbentuk lebih lonjong daripada orbit bumi. Beberapa komet mempunyai orbit yang bersinggungan dengan orbit bumi. Inilah kondisi selanjutnya yang menyebabkan terjadinya hujan meteor.

3. Komet yang terlihat mempunyai ekor karena melewati matahari. Kita perlu mengetahui mengapa komet mempunyai ekor dan tampak seperi hujan ketika berjumlah banyak. Sebenarnya inti dari komet adalah partikel debu dan kotoran padu, sehingga ketika melewati matahari akan menjadi panas dan lama- lama akan menjadi hancur serta menghasilka ekor. Ekor inilah yang menyebabkan kommet terlihat panjang dari Bumi.

4. Puing- puing dari inti komet yang hancur ketika melintasi orbit bumi akan terlihat seperti hujan. Inilah puncak dari hujan meteor yang terjadi. Jadi, inti komet yang melintasi matahari dan mengalami kencuran diikuti oleh puing- puing berbatu yang mayoritas terdiri atas partikel berukuran seperti pasir. Nah puing- puing ini akan terbakar ketika sampai di atmosfer bumi. Karena terbakar maka akan menghasilkan cahaya yang apabila dilihat dari bumi akan menyerupai hujan.

Jenis – Jenis Hujan Meteor

Hujan meteor ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis posisi radiannya. Jenis – jenis hujan meteor tersebut adalah sebagai berikut.

1. Perseid

Hujan meteor ini jika dilihat berasal dari konstalasi Perseus, maka dari itu dinamakan dengan Perseid. Meteor yang jatuh diperkirakan memiliki kecepatan sekitar 60 km per jam. Meteornya pun memiliki kilatan yang terang dan ekor cahaya yang panjang. Hujan Meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift Tuttle yang mengelilingi matahari 13o tahun sekali. Hujan meteor ini biasanya akan terihat di wilayah bumi pada belahan bagian utara di malam musim panas.

Umumnya akan terlihat pada sekitar pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus setiap tahunnya. Dan menurut ahli astronomi, hujan meteor perseid diperkirakan akan berbahaya bagi kehidupan bumi karena diperkirakan pada tahun 2126, hujan meteor ini berjarak sangat dekat dengan bumi dan dikhawatirkan serpihannya akan jatuh manimpa bumi jika serpihannya masih berukuran sangat besar dan tidak habis terbakar.

2. Lyrid

Radian Hujan meteor Lyrid berasal dari konstalasi Lyra yang penampakannya muncul dimulai tanggal 16 hingga tanggal 26 pada bulan April sehingga sering disebut juga dengan Alpha Lyrids atau April Lyrids. Puncak hujan meteor ini adalah sekitar tanggal 22 hingga tanggal 23 pada bulan April. Hujan meteor Lyrid dapat teramati pada jam 00.00 dini hari hingga sekitar pukul 03.00 pagi.

Hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu ekor komet yang bernama Comet C/1961 G1 Thatcher yang memiliki kemiringan orbit hampir 80° dengan bidang sistem tata surya. Hujan meteor ini sudah ada dan teramati sejak 2600 tahun yang lalu sehingga hujan meteor ini merupakan hujan meteor yang paling lama keberadaannya dibandingkan dengan hujan meteor yang lainnya.

3. Orionid

Hujan Meteor Orionid terlihat berasal dari radian konstalasi Orion dan muncul setiap tahun pada sekitar minggu terakhir di bulan Oktober atau di sekitar tanggal 21 pada bulan Oktober. selain itu pada hujan meteor orionid ini sangat jelas terlihat 15 hingga 20 meteor berwarna hijau dan kuning setiap jamnya yang jatuh.

Hujan Meteor Orionid ini akan dapat terlihat pada sekitar pukul 00.00 dini hari hingga 05.00 pagi. Hujan meteor orionid berasal dari pecahan komet Halley. Komet Halley merupakan komet yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali.

4. Geminid

Hujan Meteor Geminid ini berasal dari asteroid yang disebut Palladian yang bernama 3200 Phaeton. Hujan meteor Geminid biasanya akan terjadi pada sekitar pertengahan bulan Desember setiap tahunnya dan puncaknya pada sekitar tanggal 13 atau tanggal 14 di bulan Desember yang dapat terlihat pada belahan bumi bagian utara maupun belahan bumi bagian selatan dan menghasilkan kilauan warna meteor seperti warna putih, biru, kuning, merah, dan hijau.

Hujan meteor geminid ini biasanya akan terlihat pada antara pukul 02.00 pagi hingga 03.00 pagi, waktu setempat. Diperkirakan hujan meteor geminid ini pertama kali terlihat di bumi pada tahun 1862.

5. Quadrantid

Hujan Meteor Quadrantid sama seperti hujan meteor geminid yang tidak berasal dari komet tetapi berasal dari asteroid. Hujan meteor quadrantid ini berasal dari rasi bintang quadrands muralis. Meteor-meteor Orion muncul setiap tahunnya, dengan hujan meteor yang menghasilkan sekira 20 meteor yang jatuh setiap jamnya. Malam ini dan sepanjang sisa akhir pekan, meteor dari Halley’s Comet akan menyebrang atmosfer Bumi dengan kecepatan 148.000 mph dan akan memancarkan kilau cahaya yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Umumnya hujan meteor quadrantid akan terjadi pada sekitar akhir bulan Desember hingga awal bulan Januari setiap tahunnya dan paling jelas terlihat pada belahan bumi bagian utara, karena posisi radian atau arah datangnya hujan meteor Quadrantid di langit utara yang jauh lebih baik.

Sedangkan di Indonesia, hujan meteor Quadrantid ini akan terlihat dari arah timur laut pada sekitar pukul 00.00 dini hari atau pada saat setelah rasi bintang Bootes terbit, yaitu sekitar pukul 03.00 WIB hingga menjelang fajar. Diperkirakan hujan meteor jenis quadrantid ini sudah ada lebih dari 500 tahun yang lalu. Dan, buat anda yang ingin tahu bagaimana hujan meteor Quadrantid tersebut jangan lupa untuk melihat nya pada jam 00.00 dini hari guys.

Most Popular

To Top