History

Legenda Mistis Asal Usul “Batu Gantung” Parapat

Cerita rakyat selalu menggambarkan tentang kejadian dahulu kala di suatu kelompok masyarakat yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Cerita rakyat pada umum nya selalu meninggalkan kenangan yang akan menjadi bukti bahwa kisah rakyat tersebut pernah lah terjadi. Cerita rakyat tersebut akan menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Cerita rakyat yang paling populer di Indonesia adalah kisah “si Malin Kundang” yang berasal dari Padang, dimana dalam kisah tersebut si anak laki-laki durhaka yang dikutuk ibu nya menjadi batu. Namun, ada kisah lain yang tak kalah menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun manca negara. Kisah “Batu Gantung” yang berada di pulau Samosir, Sumatera Utara.

Kisah “Batu Gantung” yang menjadi salah satu ciri khas dari Danau Toba tersebut telah banyak menarik perhatian turis asing yang tak ingin ketinggalan melihat nya. Para turis yang melihat nya terheran-heran bagaimana bisa batu bergatung seperti itu tanpa ada batu lain yang mengganjel nya. Kisah mistis/mitos memang masih melekat di Danau Toba, Pulau Samosir tersebut. Maka dari itu, setiap orang yang pergi berwisata disana harus menjaga tata bicara dan sikap nya. Tetapi, banyak juga yang tidak mengetahui kisah dibalik “Batu Gantung” tersebut. Disini saya sedikit memberitahukan kisah tentang “Batu Gantung” itu.

Pada zaman dahulu terdapatlah sebuah desa kecil di pinggiran danau toba sumatera utara, ada sepasang suami istri yang mempunyai seorang anak perempuan nan cantik bernama seruni. Orang tua seruni bermata pencaharian sebagai petani, sehingga seruni pun sering membantu mereka di ladang yang berada di tepi danau toba . Suatu hari karena orang tua seruni sedang pergi ke desa tetangga maka seruni pun pergi ke ladang hanya ditemani oleh si toki, seekor anjing kesayangan milik seruni.

Ternyata seruni tidak langsung bekerja tatapi ia hanya menikmati pemandangan danau toba yang indah, tatap matanya sayu seperti sedang memikirkan masalah yang sangat berat. Si toki pun ikut duduk menemani seruni seolah-olah dia tau apa yang sedang dirasakan oleh majikannya. Akhir-akhir ini seruni memang sering melamun, dia sedang bingung dengan masalah yang sedang menimpanya. Orang tua seruni ingin mengawinkan nya dengan saudara sepupunya, tetapi seruni juga sangat mencintai kekasihnya. Ingin menolak permintaan orang tua tapi seruni takut mengecewakan mereka dan menjadi anak durhaka.

Tiba-tiba seruni pun tak kuasa untuk menahan diri, dia tidak tau lagi harus berbuat apa, sepertinya seruni sudah putus asa hingga tiba-tiba dalam pikiranya ingin mengakhiri hidupnya. Dengan wajah kusut dan mata yang sembab karena menangis seruni pun berlari menuju kearah danau toba, dia ingin menceburkan dirinya di tengah-tengah danau. Tetapi tiba-tiba seruni terperosok ke dalam lubang sebelum dia sampai ke danau toba. Karena lubang itu dalam sekali dan batu cadas yang hitam sehingga membuat suasa di dalam dasar lubang itu begitu gelap. Seruni pun teriak ketakutan, dia berusaha memanggil si toki untuk menolongnya, tetapi apa daya si toki yang dari tadi memang selalu mengikuti seruni dari belakang tidak bisa berbuat apa-apa karena dia hanya seekor anjing.

Setelah lelah teriak untuk meminta tolong, seruni pun putus asa, dan berkata kalau dia ingin mati saja daripada nanti hidup tapi menderita, batu-batu didalam lubang yang makin dekat merapat ingin menghimpit Seruni. Seruni pun teriak pada batu itu “parapat…parapat batu… parapatlah!” Si toki yang sedari tadi berusaha menolong seruni tetapi tidak bisa, kemudian anjing itu berlari pulang ke rumah. Dijumpai orang tua seruni yang baru pulang dari desa tetangga, kemudian si toki menggonggong berusaha untuk memberitau bahwa seruni dalam keadaan bahaya.

Orang tua seruni berteriak teriak pada si toki bertanya di mana seruni, anjing itupun mencakar-cakar tanah berusaha untuk memberi tau keadaan seruni. Merekapun tiba-tiba mempunyai firasat jelek, kemudian mereka meminta tolong pada warga desa untuk membantu mencari seruni. Warga desapun mengikuti kemana arah si toki berlari, akhirnya mereka berada di tepi lubang di mana seruni terperosok. Ayah serunipun berusaha menolong, tapi keadaan yang tidak memungkinkan sehingga usahanya gagal. Mereka hanya mendengar suara seruni sedang teriak-teriak “parapat…parapat batu..parapatlah!”. Mereka pun kebingungan kenapa seruni teriak seperti itu.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat besar disertai dengan goncangan yang sangat hebat sehingga mulut lubang pun tertutup. Para warga dan orang tua serunipun berlarian menyelamatkan diri, akhirnya serunipun tidak tertolong lagi karena tehimpit batu. Dan setelah keadaan normal kembali para wargapun ke tempat lubang dimana seruni jatuh, tapi keanehan terjadi, muncul batu yang menyerupai gadis menggantung di tepi sebuah tebing di danau toba. Dan mereka percaya kalau batu itu adalah jelmaan seruni. Karena pada waktu itu warga mendengar seruni berteriak “parapat” maka mereka menamakan batu itu dengan nama parapat dan sekarng menjadi kota kecil yang menjadi tujuan wisata yang sangat menarik di provinsi Sumatera Utara.

Batu Gantung merupakan sebuah keajaiban alam dengan sebuah legenda yang merakyat, benar tidaknya sebuah legenda bukanlah suatu permasalahan. Dan seperti itu kisah dari “Batu Gantung” tersebut yang memiliki banyak pesan yang tersirat di dalam kisah nya.

Most Popular

To Top